Kamis, 15 Maret 2012

#FF4FUN 3


*tiiinnnn...tiiinnnnn* suara klakson mobil itu mengingatkan ku pada satu kejadian yang tak pernah aku lupakan. Yah, 1 tahun yang lalu aku mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan aku hampir saja meninggal.  Badan ku terpental keluar dari mobil dan aku terjatuh tepat di pinggir jalan, kepala ku terbentur trotoar jalan cukup keras dan mengeluarkan banyak darah. Menurutku hari itu adalah hari terakhir aku di dunia. Tapi, tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang mengangkat tubuh ku ke dalam ambulance. Aku melihat wajah orang itu, dia terlihat sangat panik saat itu. Dan pada saat itu juga aku dibawa ke rumah sakit.
“kau sudah sadar?” tanya orang itu
“aku dimana? Apa aku sudah berada di surga?”
“tidak tidak, kau ada di rumah sakit.”
“lalu, kau siapa?” tanya ku
“aku dokter taecyeon. Yang barusan menolong mu.”
Aku mencoba untuk bangun dari tempat tidur rumah sakit, tapi aku merasakan kepala ku sangat sakit.
“hey kau jangan bangun dari tempat tidur mu dulu. Jahitan di kepalamu belum kering.”
“apa? Kepala ku di jahit?” tanya ku kaget
“ne.. kepala mu terbentur trotoar jalan cukup keras dan mengeluarkan banyak darah.”
Setelah dokter taecyeon memberikan aku penjelasan mengapa kepala ku mengeluarkan banyak darah, Aku mencoba untuk mengingat-ingat kejadian barusan yang aku alami. Yah aku mengingat nya sekarang. Pada saat itu aku mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi. Semua ini karena chansung berselingkuh di depan mataku. aku merasa di khianati oleh perbuatan nya dia yang seenak nya saja mempermainkan perasaan ku yang tulus! Di dalam hatiku hanya ada niat untuk bunuh diri! Dan pada saat itu juga chansung memutuskan hubungan bersama ku yang sudah ku jalani cukup lama. Aku melalukan hal yang sangat bodoh! Yah sangat sangat bodoh! Buat apa aku mencoba untuk mengakhiri hidup ku Cuma karena chansung ? ya Tuhan maafkan aku.
Tiba-tiba air mata ku menetes begitu saja. Dokter taecyeon heran mengapa ku tiba-tiba menangis.
“kau kenapa?” tanya dokter taecyeon
Aku langsung memeluk dia sambil menangis. Sambil aku jelaskan dari awal bagaimana aku bisa mecelakakan diri ku sendiri seperti ini. Dokter taecyeon hanya bisa menghapus air mata ku dan terus menghangatkan tubuh ku dengan pelukannya.
“sudahlah jangan kau fikirkan lagi.”
“tapi.. aku sudah cukup lama berpacaran dengannya. Dan sejujurnya aku tak bisa menerima kenyataan ini dokter. Hati ku sakit, bahkan sakit nya melebihi tangan yang teriris pisau!”
“yaa aku tahu, tapi tak seharusnya juga kau melakukan hal bodoh ini! Kau bisa hidup tanpa dia! Yakin dan percaya akan kata-kata ku!”
Perkataan dokter taecyeon membuat ku sadar tentang semua nya. Dan sekarang aku belajar untuk hidup tanpa seorang chansung dan melupakan dia untuk selamanya. Hidupku akan jauh lebih bahagia tanpa laki-laki yang sudah menyakiti hati ku.
Sudah 2 minggu aku dirumah sakit dan hari ini aku sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah. Dokter taecyeon yang mengantarkan ku pulang.
“dokter, terimakasih sudah merawat ku dengan baik selama aku dirumah sakit mu. Aku akan terus mengingat semua kata-kata mu yang sudah membuat aku sadar dari kejadian kemarin.
“yaa cheonmaneyo kau juga sudah berusaha untuk melupakan dia. Oya satu lagi, panggil aku taec atau taecyeon saja ya. Tak usah pakai dokter.”
“okeyh baiklah. Terimakasih sekali lagi ya taec.”
“iyaa, aku pulang dulu yaa. Maaf tak bisa main kerumah mu sekarang.”
“baiklah, hati-hati di jalan yaa.”
Setelah aku sampai dirumah, aku langsung masuk kamar dan istirahat. Setelah aku istirahat cukup lama, aku langsung membereskan kamar ku yang penuh dengan kenangan ku bersama chansung yang tak akan bisa terulang lagi. Aku merobek foto-foto yang tertempel di kaca meja rias , lemari pakaian ku serta di dalam dompet ku. Dan sekarang kamar ku bersih tanpa ada chansung lagi. Aku ingin melupakan dia untuk selamanya. Terimakasih untuk semua yang telah kau berikan kepada ku, semoga kau bahagia dengan wanita pilihan mu.
------------- 4 bulan kemudian-----------
Setelah aku lama tak keluar rumah dikarenakan aku masih trauma dengan kejadian 3 bulan yang lalu, aku mencoba untuk keluar rumah dan berjalan-jalan sebentar. Aku putuskan untuk pergi berbelanja ke pasar swalayan untuk membeli kebutuhan dapur rumah ku. Tapi ketika aku hendak untuk membeli sayuran, tiba-tiba tangan ku di pegang oleh seseorang. Ketika aku menghadap ke belakang ternyata taecyeon yang memegang tangan ku.
“hey, sedang apa kau disini?” tanya taec
“aku disini untuk mencari kebutuhan untuk dapur rumah ku. Lalu kau?” tanya ku
“aku kesini mengantarkan ibuku berbelanja, tapi apakah kau sudah sembuh total?”
”mmhh , sudah kok. Jahitan di kepala ku sudah kering juga. Bahkan sudah hilang.”
“syukurlah kalau begitu, oya aku boleh ikut kerumah mu?”
“apa? Kerumah ku? Tapi ibumu bagaimana?” tanya ku
“tunggu sebentar ya.” Taec menghampiri ibu nya
“ayoo kita pergi......” ajak taec
“loh loh tunggu , ibu mu nanti pulang sama siapa?” tanya ku heran
“sama pak supir laah,”
“loh? Aku kira kau yang menyetir, tapi tunggu dulu, barang-barang yang aku butuhkan belum aku beli. Bagaimana ini?”
“yasudah, kita beli barang-barang yang kamu butuhkan dulu, lalu habis itu kita langsung pergi ke rumah mu.”
“okeyh baiklah.....”
Setelah aku membeli semua kebutuhan itu, aku dan taec segera pulang kerumah ku. Diperjalanan taec terus menanyakan keadaan ku. Aku tak tahu apa maksud dari pertanyaan taec. Aku mencoba untuk membuang rasa penasaranku itu. Setelah aku sampai rumah, aku membereskan semua belanjaan yang aku beli tadi. Taec juga ikut membantu ku. Aku dan taec membicarakan banyak hal. Tapi sampai omongan ku yang terakhir, taec memegang kedua tangan ku.
“maukah kau menjadi pacarku?” tanya taec
“apa? Kau sedang tidak beracnda kan taec?”
“aku serius. Apakah kau ingin menjadi pacarku?”
Sebenarnya ketika aku masih dirumah sakit, aku sudah menyukai taec karna sepertinya dia tulus untuk merawatku. Tanpa harus berfikir-fikir lagi , aku langsung menerima dia.
“iya aku mau taec..” sambil kuberikan senyum indah ku
Taec terlihat sangat senang hari itu. Sudah cukup lama juga dia main dirumah ku. Akhirnya dia putuskan untuk pulang.
Sudah 2 tahun aku berpacarn dengannya. Sifat nya sangat jauh berbeda dengan chansung, aku lebih suka dengan sifat taec daripada chansung. Tapi, ketika aku sudah bahagia bersama taec, chansung hadir kembali di kehidupan ku. Ya Tuhan ! aku ingin bahagia bersama laki-laki yang sudah aku pilih. Chansung hadir kembali dikehidupan ku untuk meminta aku kembali bersamanya. Karena wanita yang dia pilih waktu itu sudah bertunangan dengan laki-laki pilihannya. Aku tak ingin lagi jatuh kelubang yang sama. Aku ingin bahagia dengan yang sekarang. Chansung sampai mohon-mohon kepadaku agar aku kembali kepada nya. Sayang nya aku sudah cinta dengan laki-laki yang dulu menolongku ketika aku kecelakaan waktu itu.
“apa aku bilang, dia pasti meyesali akan perbuatannya itu.” Ucap taec
“ne yeobo, aku tak ingin kembali dengannya. Karna aku sudah punya pengganti yang lebih lebih dari nya.”
“bagus kalau begitu yeobo, oya , aku ingin mengatakan ini sebenarnya kepada mu, tapi aku tak ingin kau sedih yeobo.”
“kau ingin mengatkan apa ?”tanya ku
“benar kau ingin tahu?”
“ne yeoboyaaaaaa.. apa apa ?”
Taec mendekatkan mulutnya ketelinga ku dan dia berbisik..
“neomo neomo neomo saranghaeyo yeobo......”
Aku hanya biasa tersenyum malu. Lalu tanpa aku sadari taec mengecup bibir ku. Yah, itulah pertama kali nya ada laki-laki yang mengecup bibirku. Selama aku berpacaran dengan chansung, dia tak pernah memperlakukan ku seperti taec. Aku sangat mencintai taec, dan berkat taec aku berhasil untuk bisa melupakan chansung sepenuh nya.
Dan beberapa bulan kemudian, taec menikahi ku. Aku dan dia hidup bahagia untuk selamanya.
                                                                             -The end-

Sabtu, 10 Maret 2012

#FF4FUN 2


*kringgg..kringgg..kringgg*
Handphone ku berbunyi, aku tak tahu siapa yang menelfon malam-malam begini. Langsung saja aku angkat tanpa melihat layar handphone ku.
“yeobseyo....”
“ne yeobseyo.. maaf ini siapa ya?”
“hay.. apakah kau lupa dengan ku?” bicara orang itu.
“siapa ini ?? aku benar-benar tidak mengenali mu.” Ucap ku sewot.
“apa kabar kau?” tanya orang itu.
“loh? Ini siapa sih memang ?”
“okeyh daripada pulsa ku habis untuk berbicara dengan orang yang tak mengenali ku mending aku matikan saja.”
Sejenak aku lihat layar handphone ku, dan ternyata yang menelfon ku itu chans.
“eeh tunggu dulu chans, mianhe aku tak melihat lagi ke handphone ku siapa yang menelfon ku. Eh ternyata kau.”
“ya aku, kau lupa dengan ku?” ucap chans
“aaah tidak chans, aku tak lupa denganmu. Bagaimana kabar mu ? baik-baik saja kan ? aku sangat merindukan mu.”
“huh, dasar kau. Giliran sudah tahu siapa yang menelfon jadi banyak tanya yaa. Hhe”
“hehe iyaa iyaa mian yaa chansung ku sayang.. *eh” canda ku.
“apa yg kau katakan tadi ? chansung sayang ? hey, nama ku hwang chansung bkan chansung sayang. Haha.”
“aah kau ini masih saja seperti dulu, tak bisa diajak bercanda sedikit. Huh.”
“hehe, iya iya aku biasa diajak bercanda kok cantik.. bagaimana dengan kabarmu sendiri ?” tanya chans
“aku? Sedang tidak baik.”
“kenapa ? ada masalah ya ?”tanya chans khawatir
“iya chans aku ada masalah...”
“hah ? masalah apa? Ayo cerita denganku.”ucap chans kaget.
“kau ingin tahu masalah ku?”
“iyaa, masalah tentang apa?”
“masalah yang sedang aku hadapi itu masalah yang mungkin jalan keluar satu-satu nya adalah kau.”
“loh kok aku?”
“iyaa kau. Masalah nya adalah kalau sebenarnya aku sangat sangat merindukan mu. Hanya kau lah obat dari rasa rindu itu.”
“omoooo.. aku kira masalah apa.. okeyh baiklah esok aku akan berkunjung ke rumahmu ya.”
“jinjja? Okeyh aku tunggu yaa.”
“iyaa, yasudah sana kau tidur. Aku masih ingin membereskan kamar ku dulu.”
“okeyh chans. Night chans.”
Telfon itu pun di matikan oleh chans. Yaa .. chans adalah sahabat waktu aku kecil. Ia pindah ke luar negri bersama keluarga nya. Sudah 5 tahun aku tak bertemu dengan nya. Mungkin sekarang chans sudah berubah, oiya dulu aku dan chans itu bagaikan tikus dan kucing apabila sudah berantam. Tak ada yang mau mengalah. Kalau di ingat-ingat kejadian waktu dulu aku bersama chans lucu juga, haha. Malam semakin larut, dan aku pun segera untuk pergi tidur karna esok chans akan datang kerumah.
Pagi pun tiba. Dan aku belum terbangun dari tidur ku semalam. Tiba-tiba ada seseorang yang menggoyang-goyang kan badan ku secara perlahan. Aku tak tahu siapa dia. Dan orang itu pun bicara.
“hey kau, cepat bangun!.” Ucap orang itu
“eeeemmmhhhhh , syapa sih ? ganggu tidur ku saja.”
Orang itu terus menggoyang-goyang badan ku hingga aku terjatuh dari tenpat tidur ku.
*brukkkkkkk* “aaaawwwh , sakait tau.. okeyh okeyh aku bangun!”
Dia hanya tertawa melihat tingkah ku. Tapi setelah aku mengusap kedua mata ku dengan tangan dan sambil bangkit dari terjatuh tadi, ternyata yang menjatuhkan ku itu chans. Aku langsung baru-buru bangun dan memeluk erat chans.
“hey kau! Aaaaa iseng sekali ya! Menggoyang-goyangkan badan ku sampai ku jatuh seperti tadi. Dan bodoh nya kau hanya menertawakan ku bukan membantu ku untuk berdiri! Huh” ucap ku panjang lebar
“hahaha, habis nya kau lucu dengan tampang seperti tadi. Mau kah kau untuk mengulangi nya kembali?” ledek chans kepada ku.
“tidak. Aku marah dengan mu.”
“aaaa jangan marah dongg cantik.. yayaya ?” bujuk chans.
“tidak.” Sambil membuang muka.
“oooh yasudah kalau begitu, aku pulang aja deh.”
“aaeeeh jangan jangan, aku hanya bercanda kok.”
“aah biarkan, kau mau bercanda atau tidak aku akan tetap pulang.” Ambek chans
Langsung saja aku mencium pipi nya dan itu membuat dia senyum-senyum sendiri.
“hey kau! Main cium-cium pipi ku saja. Pipi ku itu hanya boleh dicium oleh sahabat kecil ku yang dulu seperti kucing kalau sudah marah.” Sambil menunjuk ke arah ku.
“hahaha , baik lah baik aku mengalah untuk kali ini. Besok-besok tidak ada lagi kata mengalah bagiku”
Aku dan chans terus becanda sampai ibu ku naik ke atas untuk memberitahukan aku untuk tidak berisik. Aku sangat senang bisa bercanda seperti ini lagi dgn chans. Yaa, walaupun aku tak tau kapan dia harus kembali ke rumahnya yang di luar negri sana.
“hey, kau ke sini dalam rangka apa? Liburan ?” tanya ku.
“ya, aku kesini dalam rangka liburan sekaligus untuk menetap di sini untuk selamanya. Karna tugas ayah ku sudah selesai, aku dan keluarga ku memutuskan untuk tinggal kembali di seoul.
“jinjja?? Aigoyaaaaa.. senang sekali diri ku!!”
“loh? Mengapa kau yang gembira?”
“ye jelas dong.. sahabat kecil ku kembali lagi ke sisi aku untuk selamanya ^^”
Chans akan tinggal di seoul untuk selamanya. Yes, sangat sangat senang hati ku mendengar kabar itu.
Sudah cukup lama chans main dirumah ku. Dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang. Esok  hari nya, aku dan chans memutuskan untuk pergi jalan-jalan. Tapi ada yang aneh dari chans hari ini, dia mengajak ku pergi ke toko perhiasan. Aku tidak tahu sama sekali akan rencana chans kali ini. Dia memilihkan ku sebuah cincin. Cincin itu cantik sekali dan aku menyukai nya. Selepas dari toko perhiasan, aku dan chans langsung ke tempat makan. Di sana aku makan cukup banyak dikarenakan aku sangat lapar.
“hey kau makannya banyak sekali!” protes chans.
“biarkan saja, kau ini kan yang membayarkan ku makan? Kkk~”
“enak saja kau, tidak tidak bayar sendiri-sendiri!”
“ayolaaaaah ~ kau kan baru pulang, jadi sebaik nya kau meneraktirku makan”
“aah baik lah baik aku yang akan membayar. Huh”
“okeyh okeyh gamshamnida chagiii~”
“yayaya...”
Setelah selesai makan, aku dan chans pergi jalan-jalan ketempat lain. Chans mengajak ku ke pantai yang sangat indah. Aku dan dia bercanda-canda di sepanjang pinggir pantai itu. Sore pun datang, aku dan dia melihat sunset di pantai itu. Di saat-saat itu juga chans memegang kedua tanganku dan berkata..
“mau kah kau  menjadi calon istri ku ?” sambil menyodorkan cincin yang dia pilihkan tadi untukku
Aku kaget,  dan semua perasaan ku disitu campur aduk.
“kau serius chans?? Kau tidak main-main kan??” tanya ku meyakinkan dia.
“buat apa aku main main tentang prasaan ini? Aku sudah menyukai mu dari dulu. Karna menurut ku kau adalah seorang wanita yang cocok untuk junior-junior ku nanti setelah kita menikah.” Lalu chans memberika ku satu ciuman hangat di bibirku .
Hati ku sangat tersentuh akan perkataan chans. Tanpa fikir panjang aku langsung menerima tawaran chans. Jalan-jalan ku hari ini sangat menyenangkan. Dan aku putuskan untuk pulang kerumah.
----------------- 4 bulan kemudian ------------------
Hari hari yang ku jalani bersama chans sangatlah menyenangkan. Dia sangat mengerti akan diriku dan aku pun begitu , aku juga mengerti akan diri nya. Hampir tidak ada kata ‘ marahan ‘ di dalam hubungan ku kali ini. Dan baru kali ini juga aku berpacaran dengan seorang namja yang sanagt pengertian , perhatian dan sangat cinta dengan ku.
Esok adalah hari yang sangat aku tunggu bersama chans. Ya , besok adalah hari pernikahan ku dengannya. Sebentar lagi akan ada cincin yang melingkar di jari manis ku. Yang Tepat nya cincin nikah dari chans.
---- esok hari nya------
Hari ini adalah hari yang bisa dibilang hanya hari aku dan chans. Ya hari ini aku menikah dengan nya. Aku sangat bahagia bisa dipertemukan kembali dengan nya. Kembali bersama cinta sejati ku yang dulu ternyata hanya sebatas sahabat di waktu aku kecil . dan sekarang yang hanya ingin aku katakan kepada nya adalah‘ aku sangat cinta kepadamu Hwang Chansung! ‘

-THE END-

#FF4FUN 1

   aku tak berdaya melihat Junho terbaring lemah di kasur rumah sakit. dan aku hanya bisa menatap wajah nya yg sedang menahan rasa sakit itu yah, ia terkena penyakit kanker otak stadium 4. aku hanya bisa menatap wajahnya sambil meneteskan air mata.ia tidak sadarkan diri setelah ia pingsan dikamarnya. setelah beberapa jam kemuadian , ia pun akhirnya siuman. "yeobo?" junho memanggil ku. akupun segera menghapus airmata di pipi ku "ne yeobo, kau sudah sadar?" tanya ku khawatir. "iya yeobo aku sudah sadar.. berkat doa mu yg tulus , aku bisa cepat sadar seperti sekarang ini." junho sambil tersenyum. "syukurlah kalau kau sudah sadar." kata ku sambil tersenyum. "siapa yg menjaga ku semalaman disini?" tanya junho. "me...." kata ku sambil mengacungkan telunjuk tangan ku. "jinjja? wah , gomawo yeobo." junho berusaha utk bangun dr tmpat tidurnya karna ingin memberiku satu kecupan hangat dikeningku. "andweee yeobo,tetaplah kau brbaring di tempat tidur mu, krna aku tak ingin kepala mu sakit lagi." perintah ku. "iya iya yeobo, aku akn ttp berbaring , tp ada 1 hal yg aku pinta tempat tidur mu, krna aku tak ingin kepala mu sakit lagi." perintah ku. "iya iya yeobo, aku akn ttp berbaring , tp ada 1 hal yg aku pinta "maukah kau membantu ku utk menyembuhkan penyakit ku ini? apabilaku sembuh nanti, aku akan menikahi mu yeobo." airmata ku jatuh seketika "iya yeobo iya , aku akan membantu mu utk menyembuhkan penyakitmu itu." "lalu mengapa kau menangis? kau tau , aku tak suka melihat kau menangis. karna apa aku tak suka? karna kau terlihat spt boneka sirkus yg berada dipasar malam. jelek!" aku hanya tertawa kecil dan junho menghapus airmata itu dipipiku. "iya aku berhenti menangis yeobo. oh ya apakah kau lapar? aku akan segera kembali utk memberikan mu makanan yg cukup utk mu yaa." tbtb junho menarik tangan ku dan ia mencium kening ku. "gomawo yeobo-yaa. saranghaeyo." aku hanya bisa tersenyum. dan akhirnya aku keluar kamar dan lalu pergi mencari makanan utk aku dan junho. setelah dpt makanan yg aku cari aku lgsg kembali ke kamar dan memakan makanan itu bersama². 
   sudah 1 bulan aku menemani junho dirumah sakit. dan hari ini junho di perbolehkan pulang oleh dokter junsu. yap, dokter yg menangani junho dan aku mengantarkan junho pulang kerumah nya. "yeobo, aku akn tetap terus menemani mu sampai kau sembuh total dr penyakitmu itu." "jinjja? aah gomawoyo yeobo..." junho sambil memeluk ku. "ne yeobo, cheonmaneyo yeobo-yaa." kataku sambil mencubit pipi nya aku mulai membereskan pakaian ku dan junho. rumah junho tidak begitu besar tapi cukup untuk aku dan dia. dan letak rumah junho di bagian dalam kota Ilsan, jadi jarang sekali ada org berkunjung. "yeobo, apa kau lelah?" tanya junho sambil melihat wajah ku. "tidak yeobo." jawab ku sambil tersenyum dan menatap wajah nya. "sebaik nya kau beristirahat sejenak yeobo. aku tak mau melihat kau sakit. "gwaenchanayo yeobo, aku tak apa² . nanti kalau lelah, aku akan segera istirahat." "okeyh yeobo-yaa, awas loh ya kalau kau bohong. aku cium nanti kalau kau bohong. hehe" kata junho sambil mencubit kedua pipi ku. "iya iya yeobo ku yang bawel.." ledek ku. hari pertama junho menginjakan kaki di rumah nya, ia merasa sangat senang dan merasa seakan-akan kehidupan akan dimulai nya kembali di sela² waktu luang junho dirumah, ia selalu mengisi waktu luang nya dgn bermain bersama Ggomanggi. aku pun jg ikut brmain brsama mereka tiba² handphone ku berbunyi. dan yg menelfon ku trnyata dokter junsu. "yeobseyo..." "yeobseyo dokter junsu. ada apa menelfon ku?" tnya ku "begini, saya ingin menawarkan junho utk melakukan fisioteraphy bersama saya. fisioteraphy ini tidak dipungut biaya sepeserpun bagaimana?apakah junho bersedia?fisioteraphy ini berguna utk menyembuhkan penyakit kanker otak yg selama ini diderita nya." tanpa fikir panjang aku lgsg menyetujui tawaran dokter junsu. "baik² dokter, junho sangat setuju akan fisioteraphy itu." "baiklah , esok pagi jgn lupa utk datang kerumah sakit ya." "baik dokter. gomawoyooo dokter." aku sangat senang mndengar berita itu sampai² junho bingung ada apa dengan diriku. aku lgsung menghampiri junho dan memberitahukan hal itu. "yeoboooo... ada kabar bagus!." "kabar apa yeobo?." "dokter junsu, yang selama ini menangani mu itu." "yaa ada apa dgn nya?" "dia menawarkan fisioteraphy utk mu. dan tidak dipungut biaya sepeserpun! dan esok pagi kita harus kerumah sakit." "wah bagus sekali itu. okeyh yeobo esok pagi kita kerumah sakit." malam pun tiba , aku dan junho tertidur pulas dikarenakan mengingat besok pagi aku harus mengantarkan junho utk fisioteraphy. setelah sampai dirumah sakit, junho menemui dokter junsu dan langsung melakukan fisioteraphy itu. 
*3 bulan kemudian*
   akan tetapi setelah junho menjalani fisioteraphy itu selama 3 bulan, keadaan junho makin memburuk dan terus memburuk. sampai² dokter junsu sudah kehabisan akal dan tdk bisa berbuat apa² lg. yg bisa aku lakukan hanya menangis dan menangis. junho hanya bisa berbaring di ruang ICU rumah sakit. dan lagi² aku meneteskan airmata ku. semua perasaan ini tidak bisa aku pendam lagi. ingin rasa nya aku menyalahkan tuhan. mengapa junho yg sakit ? kenapa bukan aku saja ? aku tak tega melihat dia seperti ini. ya tuhan!. aku ingin meluapkan semua nya, tp aku hanya bisa meluapkan itu semua di dalam hati ku saja aku coba utk masuk ke ruangan dan menemani junho. disana junho terlihat sangat lelah akan cobaan yg di beri tuhan kepada nya. dan tiba² tangan junho perlahan bergerak dan terlihat mulut junho ingin mengatakan sesuatu. dan junho berkata "yeobo, jaga kesehatanmu, jaga dirimu baik-baik, maafkan aku dan aku cinta kamu selama nya." alat untuk berjalannya nafas itu berhenti. tak ada lg hembusan nafas itu tangis ku pecah seketika. aku berusaha memanggil dokter junsu utk memeriksa junho. tapi takdir berkata lain, junho sudah meninggal yah meninggalkan ku utk selama nya. "junhooooo... mengapa kau pergi secepat ini ? dan mengapa kau tega meninggalkan ku sendirian ? kau sudah berjanji untuk menikahi ku setelah kau sembuh nanti !! junhooooyaaa ayo bangun .. ayoo." dokter junsu berusaha untuk menenangkan ku dan terus memegang kedua pundak ku selama aku masih belum bisa mengontrol diriku. sedih yg sangat amat kini yg ku rasakan tidak ada lagi canda tawa seorang junho. kekasih hati ku yg kini telah pergi utk selama nya. junho , aku ingin kau terus ingat akan cinta kita, cinta yg putih , cinta yg tulus yg selama ini kita jalani. dan AKU CINTA KAMU UNTUK SELAMANYA !  - the end -