*kringgg..kringgg..kringgg*
Handphone ku berbunyi, aku tak tahu siapa yang menelfon
malam-malam begini. Langsung saja aku angkat tanpa melihat layar handphone ku.
“yeobseyo....”
“ne yeobseyo.. maaf ini siapa ya?”
“hay.. apakah kau lupa dengan ku?” bicara orang itu.
“siapa ini ?? aku benar-benar tidak mengenali mu.” Ucap ku
sewot.
“apa kabar kau?” tanya orang itu.
“loh? Ini siapa sih memang ?”
“okeyh daripada pulsa ku habis untuk berbicara dengan orang
yang tak mengenali ku mending aku matikan saja.”
Sejenak aku lihat layar handphone ku, dan ternyata yang
menelfon ku itu chans.
“eeh tunggu dulu chans, mianhe aku tak melihat lagi ke
handphone ku siapa yang menelfon ku. Eh ternyata kau.”
“ya aku, kau lupa dengan ku?” ucap chans
“aaah tidak chans, aku tak lupa denganmu. Bagaimana kabar mu
? baik-baik saja kan ? aku sangat merindukan mu.”
“huh, dasar kau. Giliran sudah tahu siapa yang menelfon jadi
banyak tanya yaa. Hhe”
“hehe iyaa iyaa mian yaa chansung ku sayang.. *eh” canda ku.
“apa yg kau katakan tadi ? chansung sayang ? hey, nama ku
hwang chansung bkan chansung sayang. Haha.”
“aah kau ini masih saja seperti dulu, tak bisa diajak
bercanda sedikit. Huh.”
“hehe, iya iya aku biasa diajak bercanda kok cantik..
bagaimana dengan kabarmu sendiri ?” tanya chans
“aku? Sedang tidak baik.”
“kenapa ? ada masalah ya ?”tanya chans khawatir
“iya chans aku ada masalah...”
“hah ? masalah apa? Ayo cerita denganku.”ucap chans kaget.
“kau ingin tahu masalah ku?”
“iyaa, masalah tentang apa?”
“masalah yang sedang aku hadapi itu masalah yang mungkin
jalan keluar satu-satu nya adalah kau.”
“loh kok aku?”
“iyaa kau. Masalah nya adalah kalau sebenarnya aku sangat
sangat merindukan mu. Hanya kau lah obat dari rasa rindu itu.”
“omoooo.. aku kira masalah apa.. okeyh baiklah esok aku akan
berkunjung ke rumahmu ya.”
“jinjja? Okeyh aku tunggu yaa.”
“iyaa, yasudah sana kau tidur. Aku masih ingin membereskan
kamar ku dulu.”
“okeyh chans. Night chans.”
Telfon itu pun di matikan oleh chans. Yaa .. chans adalah
sahabat waktu aku kecil. Ia pindah ke luar negri bersama keluarga nya. Sudah 5
tahun aku tak bertemu dengan nya. Mungkin sekarang chans sudah berubah, oiya dulu aku dan chans itu bagaikan
tikus dan kucing apabila sudah berantam. Tak ada yang mau mengalah. Kalau di
ingat-ingat kejadian waktu dulu aku bersama chans lucu juga, haha. Malam
semakin larut, dan aku pun segera untuk pergi tidur karna esok chans akan
datang kerumah.
Pagi pun tiba. Dan aku belum terbangun dari tidur ku
semalam. Tiba-tiba ada seseorang yang menggoyang-goyang kan badan ku secara
perlahan. Aku tak tahu siapa dia. Dan orang itu pun bicara.
“hey kau, cepat bangun!.” Ucap orang itu
“eeeemmmhhhhh , syapa sih ? ganggu tidur ku saja.”
Orang itu terus menggoyang-goyang badan ku hingga aku
terjatuh dari tenpat tidur ku.
*brukkkkkkk* “aaaawwwh , sakait tau.. okeyh okeyh aku
bangun!”
Dia hanya tertawa melihat tingkah ku. Tapi setelah aku
mengusap kedua mata ku dengan tangan dan sambil bangkit dari terjatuh tadi,
ternyata yang menjatuhkan ku itu chans. Aku langsung baru-buru bangun dan
memeluk erat chans.
“hey kau! Aaaaa iseng sekali ya! Menggoyang-goyangkan badan
ku sampai ku jatuh seperti tadi. Dan bodoh nya kau hanya menertawakan ku bukan
membantu ku untuk berdiri! Huh” ucap ku panjang lebar
“hahaha, habis nya kau lucu dengan tampang seperti tadi. Mau
kah kau untuk mengulangi nya kembali?” ledek chans kepada ku.
“tidak. Aku marah dengan mu.”
“aaaa jangan marah dongg cantik.. yayaya ?” bujuk chans.
“tidak.” Sambil membuang muka.
“oooh yasudah kalau begitu, aku pulang aja deh.”
“aaeeeh jangan jangan, aku hanya bercanda kok.”
“aah biarkan, kau mau bercanda atau tidak aku akan tetap
pulang.” Ambek chans
Langsung saja aku mencium pipi nya dan itu membuat dia
senyum-senyum sendiri.
“hey kau! Main cium-cium pipi ku saja. Pipi ku itu hanya
boleh dicium oleh sahabat kecil ku yang dulu seperti kucing kalau sudah marah.”
Sambil menunjuk ke arah ku.
“hahaha , baik lah baik aku mengalah untuk kali ini. Besok-besok
tidak ada lagi kata mengalah bagiku”
Aku dan chans terus becanda sampai ibu ku naik ke atas untuk
memberitahukan aku untuk tidak berisik. Aku sangat senang bisa bercanda seperti
ini lagi dgn chans. Yaa, walaupun aku tak tau kapan dia harus kembali ke
rumahnya yang di luar negri sana.
“hey, kau ke sini dalam rangka apa? Liburan ?” tanya ku.
“ya, aku kesini dalam rangka liburan sekaligus untuk menetap
di sini untuk selamanya. Karna tugas ayah ku sudah selesai, aku dan keluarga ku
memutuskan untuk tinggal kembali di seoul.
“jinjja?? Aigoyaaaaa.. senang sekali diri ku!!”
“loh? Mengapa kau yang gembira?”
“ye jelas dong.. sahabat kecil ku kembali lagi ke sisi aku
untuk selamanya ^^”
Chans akan tinggal di seoul untuk selamanya. Yes, sangat
sangat senang hati ku mendengar kabar itu.
Sudah cukup lama chans main dirumah ku. Dan akhirnya dia
memutuskan untuk pulang. Esok hari nya,
aku dan chans memutuskan untuk pergi jalan-jalan. Tapi ada yang aneh dari chans
hari ini, dia mengajak ku pergi ke toko perhiasan. Aku tidak tahu sama sekali
akan rencana chans kali ini. Dia memilihkan ku sebuah cincin. Cincin itu cantik
sekali dan aku menyukai nya. Selepas dari toko perhiasan, aku dan chans
langsung ke tempat makan. Di sana aku makan cukup banyak dikarenakan aku sangat
lapar.
“hey kau makannya banyak sekali!” protes chans.
“biarkan saja, kau ini kan yang membayarkan ku makan? Kkk~”
“enak saja kau, tidak tidak bayar sendiri-sendiri!”
“ayolaaaaah ~ kau kan baru pulang, jadi sebaik nya kau meneraktirku
makan”
“aah baik lah baik aku yang akan membayar. Huh”
“okeyh okeyh gamshamnida chagiii~”
“yayaya...”
Setelah selesai makan, aku dan chans pergi jalan-jalan
ketempat lain. Chans mengajak ku ke pantai yang sangat indah. Aku dan dia
bercanda-canda di sepanjang pinggir pantai itu. Sore pun datang, aku dan dia
melihat sunset di pantai itu. Di saat-saat itu juga chans memegang kedua
tanganku dan berkata..
“mau kah kau menjadi
calon istri ku ?” sambil menyodorkan cincin yang dia pilihkan tadi untukku
Aku kaget, dan semua perasaan ku disitu campur aduk.
“kau serius chans?? Kau tidak main-main kan??” tanya ku
meyakinkan dia.
“buat apa aku main main tentang prasaan ini? Aku sudah
menyukai mu dari dulu. Karna menurut ku kau adalah seorang wanita yang cocok
untuk junior-junior ku nanti setelah kita menikah.” Lalu chans memberika ku
satu ciuman hangat di bibirku .
Hati ku sangat tersentuh akan perkataan chans. Tanpa fikir
panjang aku langsung menerima tawaran chans. Jalan-jalan ku hari ini sangat
menyenangkan. Dan aku putuskan untuk pulang kerumah.
----------------- 4 bulan kemudian ------------------
Hari hari yang ku jalani bersama chans sangatlah
menyenangkan. Dia sangat mengerti akan diriku dan aku pun begitu , aku juga
mengerti akan diri nya. Hampir tidak ada kata ‘ marahan ‘ di dalam hubungan ku
kali ini. Dan baru kali
ini juga aku berpacaran dengan seorang namja yang
sanagt pengertian , perhatian dan sangat cinta dengan ku.
Esok adalah hari yang sangat aku tunggu bersama chans. Ya ,
besok adalah hari pernikahan ku dengannya. Sebentar lagi akan ada cincin yang
melingkar di jari manis ku. Yang
Tepat nya cincin nikah dari chans.
---- esok hari nya------
Hari ini adalah hari yang bisa dibilang hanya hari aku dan
chans. Ya hari ini aku menikah dengan nya. Aku sangat bahagia bisa dipertemukan
kembali dengan nya. Kembali bersama cinta sejati ku yang dulu ternyata hanya
sebatas sahabat di
waktu aku kecil . dan sekarang yang hanya ingin aku katakan kepada nya adalah‘ aku sangat cinta kepadamu Hwang Chansung! ‘
-THE END-















Tidak ada komentar:
Posting Komentar