Sabtu, 10 Maret 2012

#FF4FUN 2


*kringgg..kringgg..kringgg*
Handphone ku berbunyi, aku tak tahu siapa yang menelfon malam-malam begini. Langsung saja aku angkat tanpa melihat layar handphone ku.
“yeobseyo....”
“ne yeobseyo.. maaf ini siapa ya?”
“hay.. apakah kau lupa dengan ku?” bicara orang itu.
“siapa ini ?? aku benar-benar tidak mengenali mu.” Ucap ku sewot.
“apa kabar kau?” tanya orang itu.
“loh? Ini siapa sih memang ?”
“okeyh daripada pulsa ku habis untuk berbicara dengan orang yang tak mengenali ku mending aku matikan saja.”
Sejenak aku lihat layar handphone ku, dan ternyata yang menelfon ku itu chans.
“eeh tunggu dulu chans, mianhe aku tak melihat lagi ke handphone ku siapa yang menelfon ku. Eh ternyata kau.”
“ya aku, kau lupa dengan ku?” ucap chans
“aaah tidak chans, aku tak lupa denganmu. Bagaimana kabar mu ? baik-baik saja kan ? aku sangat merindukan mu.”
“huh, dasar kau. Giliran sudah tahu siapa yang menelfon jadi banyak tanya yaa. Hhe”
“hehe iyaa iyaa mian yaa chansung ku sayang.. *eh” canda ku.
“apa yg kau katakan tadi ? chansung sayang ? hey, nama ku hwang chansung bkan chansung sayang. Haha.”
“aah kau ini masih saja seperti dulu, tak bisa diajak bercanda sedikit. Huh.”
“hehe, iya iya aku biasa diajak bercanda kok cantik.. bagaimana dengan kabarmu sendiri ?” tanya chans
“aku? Sedang tidak baik.”
“kenapa ? ada masalah ya ?”tanya chans khawatir
“iya chans aku ada masalah...”
“hah ? masalah apa? Ayo cerita denganku.”ucap chans kaget.
“kau ingin tahu masalah ku?”
“iyaa, masalah tentang apa?”
“masalah yang sedang aku hadapi itu masalah yang mungkin jalan keluar satu-satu nya adalah kau.”
“loh kok aku?”
“iyaa kau. Masalah nya adalah kalau sebenarnya aku sangat sangat merindukan mu. Hanya kau lah obat dari rasa rindu itu.”
“omoooo.. aku kira masalah apa.. okeyh baiklah esok aku akan berkunjung ke rumahmu ya.”
“jinjja? Okeyh aku tunggu yaa.”
“iyaa, yasudah sana kau tidur. Aku masih ingin membereskan kamar ku dulu.”
“okeyh chans. Night chans.”
Telfon itu pun di matikan oleh chans. Yaa .. chans adalah sahabat waktu aku kecil. Ia pindah ke luar negri bersama keluarga nya. Sudah 5 tahun aku tak bertemu dengan nya. Mungkin sekarang chans sudah berubah, oiya dulu aku dan chans itu bagaikan tikus dan kucing apabila sudah berantam. Tak ada yang mau mengalah. Kalau di ingat-ingat kejadian waktu dulu aku bersama chans lucu juga, haha. Malam semakin larut, dan aku pun segera untuk pergi tidur karna esok chans akan datang kerumah.
Pagi pun tiba. Dan aku belum terbangun dari tidur ku semalam. Tiba-tiba ada seseorang yang menggoyang-goyang kan badan ku secara perlahan. Aku tak tahu siapa dia. Dan orang itu pun bicara.
“hey kau, cepat bangun!.” Ucap orang itu
“eeeemmmhhhhh , syapa sih ? ganggu tidur ku saja.”
Orang itu terus menggoyang-goyang badan ku hingga aku terjatuh dari tenpat tidur ku.
*brukkkkkkk* “aaaawwwh , sakait tau.. okeyh okeyh aku bangun!”
Dia hanya tertawa melihat tingkah ku. Tapi setelah aku mengusap kedua mata ku dengan tangan dan sambil bangkit dari terjatuh tadi, ternyata yang menjatuhkan ku itu chans. Aku langsung baru-buru bangun dan memeluk erat chans.
“hey kau! Aaaaa iseng sekali ya! Menggoyang-goyangkan badan ku sampai ku jatuh seperti tadi. Dan bodoh nya kau hanya menertawakan ku bukan membantu ku untuk berdiri! Huh” ucap ku panjang lebar
“hahaha, habis nya kau lucu dengan tampang seperti tadi. Mau kah kau untuk mengulangi nya kembali?” ledek chans kepada ku.
“tidak. Aku marah dengan mu.”
“aaaa jangan marah dongg cantik.. yayaya ?” bujuk chans.
“tidak.” Sambil membuang muka.
“oooh yasudah kalau begitu, aku pulang aja deh.”
“aaeeeh jangan jangan, aku hanya bercanda kok.”
“aah biarkan, kau mau bercanda atau tidak aku akan tetap pulang.” Ambek chans
Langsung saja aku mencium pipi nya dan itu membuat dia senyum-senyum sendiri.
“hey kau! Main cium-cium pipi ku saja. Pipi ku itu hanya boleh dicium oleh sahabat kecil ku yang dulu seperti kucing kalau sudah marah.” Sambil menunjuk ke arah ku.
“hahaha , baik lah baik aku mengalah untuk kali ini. Besok-besok tidak ada lagi kata mengalah bagiku”
Aku dan chans terus becanda sampai ibu ku naik ke atas untuk memberitahukan aku untuk tidak berisik. Aku sangat senang bisa bercanda seperti ini lagi dgn chans. Yaa, walaupun aku tak tau kapan dia harus kembali ke rumahnya yang di luar negri sana.
“hey, kau ke sini dalam rangka apa? Liburan ?” tanya ku.
“ya, aku kesini dalam rangka liburan sekaligus untuk menetap di sini untuk selamanya. Karna tugas ayah ku sudah selesai, aku dan keluarga ku memutuskan untuk tinggal kembali di seoul.
“jinjja?? Aigoyaaaaa.. senang sekali diri ku!!”
“loh? Mengapa kau yang gembira?”
“ye jelas dong.. sahabat kecil ku kembali lagi ke sisi aku untuk selamanya ^^”
Chans akan tinggal di seoul untuk selamanya. Yes, sangat sangat senang hati ku mendengar kabar itu.
Sudah cukup lama chans main dirumah ku. Dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang. Esok  hari nya, aku dan chans memutuskan untuk pergi jalan-jalan. Tapi ada yang aneh dari chans hari ini, dia mengajak ku pergi ke toko perhiasan. Aku tidak tahu sama sekali akan rencana chans kali ini. Dia memilihkan ku sebuah cincin. Cincin itu cantik sekali dan aku menyukai nya. Selepas dari toko perhiasan, aku dan chans langsung ke tempat makan. Di sana aku makan cukup banyak dikarenakan aku sangat lapar.
“hey kau makannya banyak sekali!” protes chans.
“biarkan saja, kau ini kan yang membayarkan ku makan? Kkk~”
“enak saja kau, tidak tidak bayar sendiri-sendiri!”
“ayolaaaaah ~ kau kan baru pulang, jadi sebaik nya kau meneraktirku makan”
“aah baik lah baik aku yang akan membayar. Huh”
“okeyh okeyh gamshamnida chagiii~”
“yayaya...”
Setelah selesai makan, aku dan chans pergi jalan-jalan ketempat lain. Chans mengajak ku ke pantai yang sangat indah. Aku dan dia bercanda-canda di sepanjang pinggir pantai itu. Sore pun datang, aku dan dia melihat sunset di pantai itu. Di saat-saat itu juga chans memegang kedua tanganku dan berkata..
“mau kah kau  menjadi calon istri ku ?” sambil menyodorkan cincin yang dia pilihkan tadi untukku
Aku kaget,  dan semua perasaan ku disitu campur aduk.
“kau serius chans?? Kau tidak main-main kan??” tanya ku meyakinkan dia.
“buat apa aku main main tentang prasaan ini? Aku sudah menyukai mu dari dulu. Karna menurut ku kau adalah seorang wanita yang cocok untuk junior-junior ku nanti setelah kita menikah.” Lalu chans memberika ku satu ciuman hangat di bibirku .
Hati ku sangat tersentuh akan perkataan chans. Tanpa fikir panjang aku langsung menerima tawaran chans. Jalan-jalan ku hari ini sangat menyenangkan. Dan aku putuskan untuk pulang kerumah.
----------------- 4 bulan kemudian ------------------
Hari hari yang ku jalani bersama chans sangatlah menyenangkan. Dia sangat mengerti akan diriku dan aku pun begitu , aku juga mengerti akan diri nya. Hampir tidak ada kata ‘ marahan ‘ di dalam hubungan ku kali ini. Dan baru kali ini juga aku berpacaran dengan seorang namja yang sanagt pengertian , perhatian dan sangat cinta dengan ku.
Esok adalah hari yang sangat aku tunggu bersama chans. Ya , besok adalah hari pernikahan ku dengannya. Sebentar lagi akan ada cincin yang melingkar di jari manis ku. Yang Tepat nya cincin nikah dari chans.
---- esok hari nya------
Hari ini adalah hari yang bisa dibilang hanya hari aku dan chans. Ya hari ini aku menikah dengan nya. Aku sangat bahagia bisa dipertemukan kembali dengan nya. Kembali bersama cinta sejati ku yang dulu ternyata hanya sebatas sahabat di waktu aku kecil . dan sekarang yang hanya ingin aku katakan kepada nya adalah‘ aku sangat cinta kepadamu Hwang Chansung! ‘

-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar