*tiiinnnn...tiiinnnnn* suara klakson mobil itu mengingatkan
ku pada satu kejadian yang tak pernah aku lupakan. Yah, 1 tahun yang lalu aku
mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan aku hampir saja meninggal. Badan ku terpental keluar dari mobil dan aku
terjatuh tepat di pinggir jalan, kepala ku terbentur trotoar jalan cukup keras
dan mengeluarkan banyak darah. Menurutku hari itu adalah hari terakhir aku di
dunia. Tapi, tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang mengangkat tubuh ku ke
dalam ambulance. Aku melihat wajah orang itu, dia terlihat sangat panik saat
itu. Dan pada saat itu juga aku dibawa ke rumah sakit.
“kau sudah sadar?” tanya orang itu
“aku dimana? Apa aku sudah berada di surga?”
“tidak tidak, kau ada di rumah sakit.”
“lalu, kau siapa?” tanya ku
“aku dokter taecyeon. Yang barusan menolong mu.”
Aku mencoba untuk bangun dari tempat tidur rumah sakit, tapi
aku merasakan kepala ku sangat sakit.
“hey kau jangan bangun dari tempat tidur mu dulu. Jahitan di
kepalamu belum kering.”
“apa? Kepala ku di jahit?” tanya ku kaget
“ne.. kepala mu terbentur trotoar jalan cukup keras dan
mengeluarkan banyak darah.”
Setelah dokter taecyeon memberikan aku penjelasan mengapa
kepala ku mengeluarkan banyak darah, Aku mencoba untuk mengingat-ingat kejadian
barusan yang aku alami. Yah aku mengingat nya sekarang. Pada saat itu aku
mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi. Semua ini karena chansung
berselingkuh di depan mataku. aku merasa di khianati oleh perbuatan nya dia
yang seenak nya saja mempermainkan perasaan ku yang tulus! Di dalam hatiku
hanya ada niat untuk bunuh diri! Dan pada saat itu juga chansung memutuskan hubungan
bersama ku yang sudah ku jalani cukup lama. Aku melalukan hal yang sangat
bodoh! Yah sangat sangat bodoh! Buat apa aku mencoba untuk mengakhiri hidup ku
Cuma karena chansung ? ya Tuhan maafkan aku.
Tiba-tiba air mata ku menetes begitu saja. Dokter taecyeon
heran mengapa ku tiba-tiba menangis.
“kau kenapa?” tanya dokter taecyeon
Aku langsung memeluk dia sambil menangis. Sambil aku
jelaskan dari awal bagaimana aku bisa mecelakakan diri ku sendiri seperti ini.
Dokter taecyeon hanya bisa menghapus air mata ku dan terus menghangatkan tubuh
ku dengan pelukannya.
“sudahlah jangan kau fikirkan lagi.”
“tapi.. aku sudah cukup lama berpacaran dengannya. Dan
sejujurnya aku tak bisa menerima kenyataan ini dokter. Hati ku sakit, bahkan
sakit nya melebihi tangan yang teriris pisau!”
“yaa aku tahu, tapi tak seharusnya juga kau melakukan hal
bodoh ini! Kau bisa hidup tanpa dia! Yakin dan percaya akan kata-kata ku!”
Perkataan dokter taecyeon membuat ku sadar tentang semua
nya. Dan sekarang aku belajar untuk hidup tanpa seorang chansung dan melupakan
dia untuk selamanya. Hidupku akan jauh lebih bahagia tanpa laki-laki yang sudah
menyakiti hati ku.
Sudah 2 minggu aku dirumah sakit dan hari ini aku sudah
diperbolehkan untuk pulang kerumah. Dokter taecyeon yang mengantarkan ku
pulang.
“dokter, terimakasih sudah merawat ku dengan baik selama aku
dirumah sakit mu. Aku akan terus mengingat semua kata-kata mu yang sudah membuat
aku sadar dari kejadian kemarin.
“yaa cheonmaneyo kau juga sudah berusaha untuk melupakan
dia. Oya satu lagi, panggil aku taec atau taecyeon saja ya. Tak usah pakai
dokter.”
“okeyh baiklah. Terimakasih sekali lagi ya taec.”
“iyaa, aku pulang dulu yaa. Maaf tak bisa main kerumah mu
sekarang.”
“baiklah, hati-hati di jalan yaa.”
Setelah aku sampai dirumah, aku langsung masuk kamar dan
istirahat. Setelah aku istirahat cukup lama, aku langsung membereskan kamar ku
yang penuh dengan kenangan ku bersama chansung yang tak akan bisa terulang
lagi. Aku merobek foto-foto yang tertempel di kaca meja rias , lemari pakaian
ku serta di dalam dompet ku. Dan sekarang kamar ku bersih tanpa ada chansung
lagi. Aku ingin melupakan dia untuk selamanya. Terimakasih untuk semua yang
telah kau berikan kepada ku, semoga kau bahagia dengan wanita pilihan mu.
------------- 4 bulan kemudian-----------
Setelah aku lama tak keluar rumah dikarenakan aku masih
trauma dengan kejadian 3 bulan yang lalu, aku mencoba untuk keluar rumah dan
berjalan-jalan sebentar. Aku putuskan untuk pergi berbelanja ke pasar swalayan
untuk membeli kebutuhan dapur rumah ku. Tapi ketika aku hendak untuk membeli
sayuran, tiba-tiba tangan ku di pegang oleh seseorang. Ketika aku menghadap ke
belakang ternyata taecyeon yang memegang tangan ku.
“hey, sedang apa kau disini?” tanya taec
“aku disini untuk mencari kebutuhan untuk dapur rumah ku.
Lalu kau?” tanya ku
“aku kesini mengantarkan ibuku berbelanja, tapi apakah kau
sudah sembuh total?”
”mmhh , sudah kok. Jahitan di kepala ku sudah kering juga.
Bahkan sudah hilang.”
“syukurlah kalau begitu, oya aku boleh ikut kerumah mu?”
“apa? Kerumah ku? Tapi ibumu bagaimana?” tanya ku
“tunggu sebentar ya.” Taec menghampiri ibu nya
“ayoo kita pergi......” ajak taec
“loh loh tunggu , ibu mu nanti pulang sama siapa?” tanya ku
heran
“sama pak supir laah,”
“loh? Aku kira kau yang menyetir, tapi tunggu dulu,
barang-barang yang aku butuhkan belum aku beli. Bagaimana ini?”
“yasudah, kita beli barang-barang yang kamu butuhkan dulu,
lalu habis itu kita langsung pergi ke rumah mu.”
“okeyh baiklah.....”
Setelah aku membeli semua kebutuhan itu, aku dan taec segera
pulang kerumah ku. Diperjalanan taec terus menanyakan keadaan ku. Aku tak tahu
apa maksud dari pertanyaan taec. Aku mencoba untuk membuang rasa penasaranku
itu. Setelah aku sampai rumah, aku membereskan semua belanjaan yang aku beli
tadi. Taec juga ikut membantu ku. Aku dan taec membicarakan banyak hal. Tapi
sampai omongan ku yang terakhir, taec memegang kedua tangan ku.
“maukah kau menjadi pacarku?” tanya taec
“apa? Kau sedang tidak beracnda kan taec?”
“aku serius. Apakah kau ingin menjadi pacarku?”
Sebenarnya ketika aku masih
dirumah sakit, aku sudah menyukai taec karna sepertinya dia tulus untuk
merawatku. Tanpa harus berfikir-fikir lagi , aku langsung menerima dia.
“iya aku mau taec..” sambil
kuberikan senyum indah ku
Taec terlihat sangat senang hari
itu. Sudah cukup lama juga dia main dirumah ku. Akhirnya dia putuskan untuk
pulang.
Sudah 2 tahun aku berpacarn
dengannya. Sifat nya sangat jauh berbeda dengan chansung, aku lebih suka dengan
sifat taec daripada chansung. Tapi, ketika aku sudah bahagia bersama taec,
chansung hadir kembali di kehidupan ku. Ya Tuhan ! aku ingin bahagia bersama laki-laki
yang sudah aku pilih. Chansung hadir kembali dikehidupan ku untuk meminta aku
kembali bersamanya. Karena wanita yang dia pilih waktu itu sudah bertunangan
dengan laki-laki pilihannya. Aku tak ingin lagi jatuh kelubang yang sama. Aku
ingin bahagia dengan yang sekarang. Chansung sampai mohon-mohon kepadaku agar
aku kembali kepada nya. Sayang nya aku sudah cinta dengan laki-laki yang dulu
menolongku ketika aku kecelakaan waktu itu.
“apa aku bilang, dia pasti
meyesali akan perbuatannya itu.” Ucap taec
“ne yeobo, aku tak ingin kembali
dengannya. Karna aku sudah punya pengganti
yang lebih lebih dari nya.”
“bagus kalau begitu yeobo, oya ,
aku ingin mengatakan ini sebenarnya kepada mu, tapi aku tak ingin kau sedih
yeobo.”
“kau ingin mengatkan apa ?”tanya
ku
“benar kau ingin tahu?”
“ne yeoboyaaaaaa.. apa apa ?”
Taec mendekatkan mulutnya
ketelinga ku dan dia berbisik..
“neomo neomo neomo saranghaeyo
yeobo......”
Aku hanya biasa tersenyum malu.
Lalu tanpa aku sadari taec mengecup bibir ku. Yah, itulah pertama kali nya ada
laki-laki yang mengecup bibirku. Selama aku berpacaran dengan chansung, dia tak
pernah memperlakukan ku seperti taec. Aku sangat mencintai taec, dan berkat
taec aku berhasil untuk bisa melupakan chansung sepenuh nya.
Dan beberapa bulan kemudian, taec
menikahi ku. Aku dan dia hidup bahagia untuk selamanya.
-The end-















Tidak ada komentar:
Posting Komentar