Sabtu, 10 Maret 2012

#FF4FUN 1

   aku tak berdaya melihat Junho terbaring lemah di kasur rumah sakit. dan aku hanya bisa menatap wajah nya yg sedang menahan rasa sakit itu yah, ia terkena penyakit kanker otak stadium 4. aku hanya bisa menatap wajahnya sambil meneteskan air mata.ia tidak sadarkan diri setelah ia pingsan dikamarnya. setelah beberapa jam kemuadian , ia pun akhirnya siuman. "yeobo?" junho memanggil ku. akupun segera menghapus airmata di pipi ku "ne yeobo, kau sudah sadar?" tanya ku khawatir. "iya yeobo aku sudah sadar.. berkat doa mu yg tulus , aku bisa cepat sadar seperti sekarang ini." junho sambil tersenyum. "syukurlah kalau kau sudah sadar." kata ku sambil tersenyum. "siapa yg menjaga ku semalaman disini?" tanya junho. "me...." kata ku sambil mengacungkan telunjuk tangan ku. "jinjja? wah , gomawo yeobo." junho berusaha utk bangun dr tmpat tidurnya karna ingin memberiku satu kecupan hangat dikeningku. "andweee yeobo,tetaplah kau brbaring di tempat tidur mu, krna aku tak ingin kepala mu sakit lagi." perintah ku. "iya iya yeobo, aku akn ttp berbaring , tp ada 1 hal yg aku pinta tempat tidur mu, krna aku tak ingin kepala mu sakit lagi." perintah ku. "iya iya yeobo, aku akn ttp berbaring , tp ada 1 hal yg aku pinta "maukah kau membantu ku utk menyembuhkan penyakit ku ini? apabilaku sembuh nanti, aku akan menikahi mu yeobo." airmata ku jatuh seketika "iya yeobo iya , aku akan membantu mu utk menyembuhkan penyakitmu itu." "lalu mengapa kau menangis? kau tau , aku tak suka melihat kau menangis. karna apa aku tak suka? karna kau terlihat spt boneka sirkus yg berada dipasar malam. jelek!" aku hanya tertawa kecil dan junho menghapus airmata itu dipipiku. "iya aku berhenti menangis yeobo. oh ya apakah kau lapar? aku akan segera kembali utk memberikan mu makanan yg cukup utk mu yaa." tbtb junho menarik tangan ku dan ia mencium kening ku. "gomawo yeobo-yaa. saranghaeyo." aku hanya bisa tersenyum. dan akhirnya aku keluar kamar dan lalu pergi mencari makanan utk aku dan junho. setelah dpt makanan yg aku cari aku lgsg kembali ke kamar dan memakan makanan itu bersama². 
   sudah 1 bulan aku menemani junho dirumah sakit. dan hari ini junho di perbolehkan pulang oleh dokter junsu. yap, dokter yg menangani junho dan aku mengantarkan junho pulang kerumah nya. "yeobo, aku akn tetap terus menemani mu sampai kau sembuh total dr penyakitmu itu." "jinjja? aah gomawoyo yeobo..." junho sambil memeluk ku. "ne yeobo, cheonmaneyo yeobo-yaa." kataku sambil mencubit pipi nya aku mulai membereskan pakaian ku dan junho. rumah junho tidak begitu besar tapi cukup untuk aku dan dia. dan letak rumah junho di bagian dalam kota Ilsan, jadi jarang sekali ada org berkunjung. "yeobo, apa kau lelah?" tanya junho sambil melihat wajah ku. "tidak yeobo." jawab ku sambil tersenyum dan menatap wajah nya. "sebaik nya kau beristirahat sejenak yeobo. aku tak mau melihat kau sakit. "gwaenchanayo yeobo, aku tak apa² . nanti kalau lelah, aku akan segera istirahat." "okeyh yeobo-yaa, awas loh ya kalau kau bohong. aku cium nanti kalau kau bohong. hehe" kata junho sambil mencubit kedua pipi ku. "iya iya yeobo ku yang bawel.." ledek ku. hari pertama junho menginjakan kaki di rumah nya, ia merasa sangat senang dan merasa seakan-akan kehidupan akan dimulai nya kembali di sela² waktu luang junho dirumah, ia selalu mengisi waktu luang nya dgn bermain bersama Ggomanggi. aku pun jg ikut brmain brsama mereka tiba² handphone ku berbunyi. dan yg menelfon ku trnyata dokter junsu. "yeobseyo..." "yeobseyo dokter junsu. ada apa menelfon ku?" tnya ku "begini, saya ingin menawarkan junho utk melakukan fisioteraphy bersama saya. fisioteraphy ini tidak dipungut biaya sepeserpun bagaimana?apakah junho bersedia?fisioteraphy ini berguna utk menyembuhkan penyakit kanker otak yg selama ini diderita nya." tanpa fikir panjang aku lgsg menyetujui tawaran dokter junsu. "baik² dokter, junho sangat setuju akan fisioteraphy itu." "baiklah , esok pagi jgn lupa utk datang kerumah sakit ya." "baik dokter. gomawoyooo dokter." aku sangat senang mndengar berita itu sampai² junho bingung ada apa dengan diriku. aku lgsung menghampiri junho dan memberitahukan hal itu. "yeoboooo... ada kabar bagus!." "kabar apa yeobo?." "dokter junsu, yang selama ini menangani mu itu." "yaa ada apa dgn nya?" "dia menawarkan fisioteraphy utk mu. dan tidak dipungut biaya sepeserpun! dan esok pagi kita harus kerumah sakit." "wah bagus sekali itu. okeyh yeobo esok pagi kita kerumah sakit." malam pun tiba , aku dan junho tertidur pulas dikarenakan mengingat besok pagi aku harus mengantarkan junho utk fisioteraphy. setelah sampai dirumah sakit, junho menemui dokter junsu dan langsung melakukan fisioteraphy itu. 
*3 bulan kemudian*
   akan tetapi setelah junho menjalani fisioteraphy itu selama 3 bulan, keadaan junho makin memburuk dan terus memburuk. sampai² dokter junsu sudah kehabisan akal dan tdk bisa berbuat apa² lg. yg bisa aku lakukan hanya menangis dan menangis. junho hanya bisa berbaring di ruang ICU rumah sakit. dan lagi² aku meneteskan airmata ku. semua perasaan ini tidak bisa aku pendam lagi. ingin rasa nya aku menyalahkan tuhan. mengapa junho yg sakit ? kenapa bukan aku saja ? aku tak tega melihat dia seperti ini. ya tuhan!. aku ingin meluapkan semua nya, tp aku hanya bisa meluapkan itu semua di dalam hati ku saja aku coba utk masuk ke ruangan dan menemani junho. disana junho terlihat sangat lelah akan cobaan yg di beri tuhan kepada nya. dan tiba² tangan junho perlahan bergerak dan terlihat mulut junho ingin mengatakan sesuatu. dan junho berkata "yeobo, jaga kesehatanmu, jaga dirimu baik-baik, maafkan aku dan aku cinta kamu selama nya." alat untuk berjalannya nafas itu berhenti. tak ada lg hembusan nafas itu tangis ku pecah seketika. aku berusaha memanggil dokter junsu utk memeriksa junho. tapi takdir berkata lain, junho sudah meninggal yah meninggalkan ku utk selama nya. "junhooooo... mengapa kau pergi secepat ini ? dan mengapa kau tega meninggalkan ku sendirian ? kau sudah berjanji untuk menikahi ku setelah kau sembuh nanti !! junhooooyaaa ayo bangun .. ayoo." dokter junsu berusaha untuk menenangkan ku dan terus memegang kedua pundak ku selama aku masih belum bisa mengontrol diriku. sedih yg sangat amat kini yg ku rasakan tidak ada lagi canda tawa seorang junho. kekasih hati ku yg kini telah pergi utk selama nya. junho , aku ingin kau terus ingat akan cinta kita, cinta yg putih , cinta yg tulus yg selama ini kita jalani. dan AKU CINTA KAMU UNTUK SELAMANYA !  - the end -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar